Suka atau tidak, tak bisa dipungkiri bahwa Batman v Superman: Dawn of Justice memiliki satu kekurangan besar, yakni pada bagian plot ceritanya. Menyuguhkan konflik Batman dan Superman, ditambah kelanjutan Man of Steel dan dibumbui persiapan menuju Justice League, membuat keseluruhan cerita film ini kurang mencapai titik fokus dan akhirnya terasa berantakan. Maka tak aneh bila mayoritas kritikus kompak melayangkan kritikan tajam terhadap film besutan Zack Snyder.
Salah satu pemain Batman v Superman yang berperan sebagai Alfred, Jeremy Irons, tampaknya juga menyadari kekurangan filmnya. Jika pada umumnya seorang aktor cenderung enggan mengakui kesalahan yang ada di filmnya, maka lain halnya dengan Irons. Aktor veteran ini tak segan mengatakan Batman v Superman memang pantas menuai banyak kritik, lepas dari box office film ini yang lumayan besar. Lebih dari itu, Irons juga mengakui Batman v Superman memang berantakan karena memuat terlalu banyak cerita.
“(Batman v Superman) memang pantas dikritik tajam. Maksud saya, filmnya meraup £800 juta sehingga kritikan yang masuk tak terlalu berpengaruh. Tapi filmnya memang terlalu banyak cerita, dan memang berantakan. Menurut saya, film berikutnya akan lebih sederhana. Cakupan cerita di skripnya lebih kecil dan lebih linear,”ujar Irons kepada Daily Mail.
Film berikutnya yang dimaksud Irons diketahui adalah Justice League: Part One, dimana Irons kembali sebagai Alfred. Saat iniJustice League yang masih ditangani Snyder sedang menggulirkan proses syuting di London.
Justice League juga dibintangi Ben Affleck (Batman), Henry Cavill (Superman), Gal Gadot (Wonder Woman), Jason Momoa (Aquaman), Ezra Miller (The Flash), Ray Fisher (Cyborg), Amber Heard (Mera), J.K. Simmons (Commissioner Gordon), Jesse Eisenberg (Lex Luthor) dan Willem Dafoe. Agar kesalahan Batman v Superman tak terulang di Justice League, Warner Bros. pun menjalankan strategi baru yang diyakini akan memperbaiki reputasi DC Extended Universe.

0 komentar:
Posting Komentar